Selasa, 26 Maret 2013

Monumen Proklamasi 17 Mei 1949 di Kalimantan Selatan


Monumen Proklamasi 17 Mei 1949, ialah monumen untuk memperingati tentang Proklamasi rakyat di Kalimantan Selatan, yang Proklamasi 17 Mei 1949 merupakan suatu usaha mempertahankan kemerdekaan Republik Indonesia (17 Agustus 1945) oleh rakyat di Kalimantan Selatan, yang menyatakan bahwa wilayah Kalimantan Selatan merupakan bagian dari Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Yang mana Monumen 17 Mei 1949 ini diresmikan tanggal 10 November 1986 oleh Gubernor kepala deirah TK.I Kalimantan Selatan yaiti Ir.H.M.SAID.  


Dalam usaha mempertahankan kemerdekaan itu pada kenyataannya tidaklah mudah, karena para pejuang harus melewati serangkaian perjuangan fisik dalam kurun waktu tahun 1945-1949, yang dirasakan sangat berat karena para pejuang dihadapkan untuk melawan pemerintah kolonial Belanda yang sangat kuat. Dari Monumen Proklamasi 17 Mei 1949 di situ kita bisa melihat riwayat dari Pergerakan atau perlawanan serta keinginan rakyat Indonesia Khususnya di Kalimantan Selatan untuk Merdeka (terbebas dari semua hal-hal yang berbau penjajahan).
 Maka dari situlah Rakyat Indonesia di Kalimantan Selatan berupaya untuk merdeka MERDEKA . . . !!!

Kalau anda bisa Berkunjung ke Mounumen Proklamasi 17 Mei 1949 tersebut ada bisa melihat gambaran,iurama atau lukisan di samping kiri dan kanan dari Monumen Proklamasi tersebut yang mana gambaran,iurama atau lukisan itu menceritakan Divisi IV perjalanan tentang usaha rakyat di Kalimantan Selatan untuk Merdeka. 

  • Yang mana bisa kita lihat pada iurama atau lukisan pertama yang gambarnya seperti di samping ini 
Dari gambar tersebut menceritakan pawai merah putih  se kalimantan selatan pada tanggal 10 oktober 1945, yang mana pawai merah putih ini menceritakan keinginan rakyat di kalimantan selatan untuk tetap bersatu dalam Negara kesatuan Republik Indonesia (NKRI) yang mana sebelumnya terpisah, pawai merah putih itu merupakan refliksi dari keinginan rakyat untuk bersatu di bawah kesatuan Negara Republik Indonesia (NKRI).


  • Dan berlanjut ke lukisan kedua yaitu Pertempuran 9 November 1945 di Banjarmasin 
yaitu pertempuran di Banjarmasin melawan sekutu yang bertepatan di dekat Polda Kel-sel pada saat ini, yang mana disitulan dulu terjadi pertempuran 9 November 1945 bangsa Indonesia di Kalimantan Selatan melawan sekutu.dan ada juga Monumen 9 November di Pengambangan Banua Anyar sama seperti yang di kantor KPN tadi. Dan dari pertempuran melawan sekutu tersebut maka dibangunlah sebuah Monumen 9 November 1945 di Banjarmasin yang mana sekarang monumen tersebut telah tidak ada dan telah tergantikan dengan dibangunnya kantor KPN, di kator KPN itulah dulunya ada sebuah Monumen Pertempuran 10 November 1945.

  • Dan dari Pertempuran 9 November 1945 dilanjutkan ke lukisan atau iurama ketiga yaiut sebuah EKSPEDISI T.R.I. LAUT yang terjadi di pantai Batakan.




  • Berlanjut ke gambar yang keempat yaitu pada 21 Desember 1948 yang mana gambarnya ialah sebagai berikut ini
di gambarkan atau diceritakan turunnya pasukan payung pertaman yang menjadi cikal bakal TNI AU yang terjadi di PangkalanBun Kalimantan Tengah dan pada tanggal 21 Desember 1948 ini terjadinya Pertempuran di Hawang Cilikriwut, dan dari kejadian itu dibangunlah sebuah tugu di Bundaran Garuda PangkalanBun di situ ada Monomen yang di atas monomen itu ada sebuah pesawat, monomen itu peringatan sebagai pasukan terjun payung pertama yang menjadi cikal bakal pasukan elit Angkatan Udara.

  • Berlanjut ke iurama atau gambaran yang kelima yaitu Proklamasi tanggal 17 Mei 1949
Dan pertempuran dimarkaskan di karang Jawa tahun 1949. 





  • Dan iurama  atau gambaran terakhir yang keenam yaitu Pengankatan TAD  Letkol Hasan Basry oleh pertahanan RI 2 September 1949. 












Dan di tengah Monumen tersebut dituliskan Naskah Proklamasi Kalimantan Selatan dan Naskah Proklamasi Negara republik indonesia. 
singkat catatan tentang Proklamasi kalimantan Selatan Dalam bulan Maret 1949 berlangsung Rapat Umum bertempat di Malutu. Rapat ini dihadiri oleh utusan-utusan dari daerah-daerah di Kalimantan Selatan. Dalam rapat ini Budhigawis sebagai Komisaris Gerakan menjelaskan hal-hal mengenai organisasi, susunannya, dan rencana perjuangan selanjutnya. Selanjutnya terjadi beberapa kali rapat-rapat terbatas dalam rangka penyusunan organisasi. Kemudian pada tanggal 9 ke 10 Mei 1949 berlangsung rapat di Durian Rabung (Padang Batung) yang dihadiri Pimpinan Umum Hassan Basry, Kepala Staf H. Abrani Sulaiman, Korektor Susunan Gusti Aman, P. Arya (Munir), Setia Budi, dan R. Sukadani. Karena terjadi kontak senjata rapat diteruskan besoknya di Pagat Batu, di mana Pimpinan Umum memberi petunjuk agar segala yang direncanakan dan telah dimulai perencanaannya, yakni program perjuangan dan program perbaikan ALRI Divisi IV tersebut, diteruskan di mana saja, dan apabila telah menjadi keputusan/kebulatan pendapat supaya dibawa kepada Pimpinan Umum di Niih untuk mendapatkan keputusan terakhir. Setelah itu kelompok berpisah menjadi 3 bagian. Kelompok Hassan Basry ke Niih, Kelompok H. Abrani Sulaiman dan Budhigawis menuju Kalinduku, Haruyan, dan kelompok Gusti Aman, P. Arya, dan Hasnan Basuki ke Mandapai, Telaga Langsat, Haruyan.

Tiba di Telaga Langsat Gusti Aman, P. Arya dan Hasnan Basuki meneruskan penyusunan program kerja. Susunan yang dihasilkan Pemerintahan berbentuk Gubernur Tentara, yaitu pemerintahan berbentuk militer sesuai dengan situasi perang. Karena pada saat itu sudah diketahui pula tentang adanya Pemerintahan Darurat di Sumatera (karena Yogyakarta Ibukota RI diduduki Belanda), maka perlu suatu pernyataan atau proklamasi bahwa di Kalimantan Selatan telah berdiri suatu Pemerintahan Militer sebagai persiapan menghadapi gagalnya Pemerintahan Darurat di Sumatera serta gagalnya Pemerintahan Pelarian di New Delhi. Sehingga Kalimantan dipersiapkan untuk dijadikan pusat Pemerintahan Republik Indonesia sebagai usaha kelanjutan menegakkan kemerdekaan Republik Indonesia. 

 Selanjutnya dalam rapat lanjutan tanggal 15 dan 16 Mei 1949 di Telaga Langsat yang juga kemudian dihadiri H. Abrani Sulaiman dan Romansi, dibahas rumusan tentang teks proklamasi, personalia pemerintahan, program kerja bidang politik dan ekonomi yang akan dijalankan. Teks proklamasi disusun bersama oleh Gusti Aman, P. Arya, H. Abrani Sulaiman dan Budhigawis. H. Abrani Sulaiman menambahkan kata-kata “Kalau perlu diperjuangkan sampai tetesan darah yang penghabisan “. Lengkapnya proklamasi berbunyi:


PROKLAMASI

Merdeka!
Dengan ini kami rakyat Indonesia di Kalimantan Selatan, mempermaklumkan berdirinya Pemerintahan Gubernur Tentara ALRI melingkupi seluruh daerah Kalimantan Selatan menjadi bagian dari Republik Indonesia untuk memenuhi isi Proklamasi 17 Agustus 1945, yang ditandatangani oleh Presiden Soekarno dan Wakil Presiden Moh. Hatta. Hal-hal yang bersangkutan dengan pemindahan kekuasaan akan dipertahankan dan kalau perlu diperjuangkan sampai tetesan darah yang penghabisan.

Tetap Merdeka.

Kandangan, 17 Mei IV Rep….
Atas nama Rakyat Indonesia di Kalimantan Selatan
dtt
Hassan Basry

Pagi-pagi tanggal 17 Mei 1949 Teks Proklamasi serta berkas Susunan Personalia Pemerintahan Gubernur Tentara ALRI dibawa untuk ditandatangani Pimpinan Umum Hassan Basry yang berada di Niih oleh Gusti aman, P. Arya, Hasnan Basuki dan seorang pembantu bernama Dahlan. Pukul 5 sore rombongan tiba di Niih dan berjumpa dengan Pimpinan Umum Hassan Basry yang didampingi ajudannya Tobelo. Rombongan menyerahkan barkas Proklamasi dan berkas-berkas lainnya untuk dipelajari dan ditandatangani oleh Pimpinan Umum Hassan Basry.

Proklamasi 17 Mei tidak ditandatangani dan dibacakan pada tanggal 17 Mei itu, tetapi sekitar 3 hari kemudian dengan acara selamatan yang sederhana. Atas permintaan Pimpinan Umum Hassan Basry teks Proklamasi dibacakan oleh P. Arya di hadapan Pimpinan Umum Hassan Basry dan pimpinan AlRI lainnya. P. Arya yang pernah diwawancarai juga lupa tanggalnya yang tepat. Selain teks Proklamasi yang harus ditanda tangani oleh Pimpinan Umum Hassan Basry juga surat-surat penting antara lain surat Kepada Delegasi Pemerintah RI di Jakarta, surat Kepada Anggota Dewan Banjar yang dianggap progresif, dan berkas-berkas berkaitan dengan Pemerintahan Militer ALRI yang baru dibentuk.

Teks Proklamasi 17 Mei 1949 secara resmi dibacakan oleh Pimpinan Umum Hassan Basry dalam suatu upacara di Mandapai yang dihadiri oleh Pasukan Penggempur, anggota Markas Pangkalan terdekat dan masyarakat setempat. 


Selogan Para Pejuang


 
"Kami rela berkorban demi kemerdekaan nusa dan bangsa INDONESIA

"Kami bertikad meneruskan perjuangan untuk mewujudkan NEGARA INDONESIA yang ADIL dan MAKMUR


Gambar Monumen Proklamasi 17 Mei 1949




Kritik dan saran silahkan dinggalkan di kolom Komentar, terimakasih sudah berkunjung.







Sumber : 

- Dosen Bapa Drs.Hairiyadi M.Hum ( Dosen saya )

file:///D:/mpnpmen%2017%20mei/mengapa-perlu-proklamasi-17-mei-1949.html

- file:///D:/mpnpmen%2017%20mei/Belajarlah%20Dari%20Proklamasi%2017%20Mei%201949%20(Sebuah%20Refleksi%20Untuk%20Membangun%20Kal-Sel)%20_%20Muhammad%20Rizky%20Adha's%20Weblog.htm 



0 komentar:

Posting Komentar

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Justin Bieber, Gold Price in India