Sejarah kontemporer adalah sejarah mutakhir yang jejak-jejak
peristiwanya masih relatif dekat dan sejarahnya masih bisa dirasakan kehadirannya oleh kita
sekarang.
Sejarah kontemporer atau contemporery
history dalam bahasa Inggris, atau histoire contemporeine dalam
bahasa Perancis merupakan satu istilah untuk menyebutkan satu pembabakan dalam
sejarah yang rentang waktu terjadinya tidak terlalu lama dengan masa sekarang,
atau masa ketika sejarah itu menjadi satu kajian dalam ilmu sejarah. Hans
Rothfels seperti dikutip Notosusanto menyatakan bahwa sejarah kontemporer ialah
zaman dari mereka yang hidupnya bersamaan, yakni bersamaan dengan kita baik
pembaca maupun sejarawannya, serta penggarapannya secara ilmiah. Dari definisi
tersebut, Nugroho Notosusanto menyatakan bahwa batasan sejarah kontemporer itu
sejalan dengan manusia yang menggarap dan membacanya.
Ditinjau dari aspek waktu dan juga perolehan
sumber, peristiwa yang terjadi pada kurun sejarah kontemporer secara teoretis
menjadi kajian yang lebih membuka peluang bagi masyarakat kebanyakan untuk mengkaji
dan memperoleh sumber-sumber berkaitan dengan masa tersebut. Hal ini
dikarenakan sumber primer berupa keterangan dari pelaku atau saksi sejarah
masih ada. Selain itu memori kolektif masyarakat tentang satu peristwa tersebut
juga masih sangat kuat, sehingga validitasnya lebih tinggi dibandingkan dengan
kurun waktu sejarah lain, seperti sejarah kerajaan-kerajaan Hindu Budha yang
memiliki rentang waktu jauh lebih lama. Akan tetapi pada kenyataannya justru
kedua hal tersebutlah, yakni rentang waktu yang dekat dan sumber sejarah, yang
menjadi permasalahan dasar dalam kajian tentang sejarah kontemporer.
Permasalahan utama berkaitan dengan penyusunan sejarah kontemporer adalah kadar
subjektivitas yang terkandung dalam sejarah kontemporer lebih besar daripada
masa-masa sebelumnya. Hal ini dikarenakan pelaku atau saksi sejarahnya masih
ada dan masih memiliki satu implikasi yang dirasakan oleh sebagian masyarakat
pada masa ini. Selain itu masih banyak terjadi perbedaan andangan para pelaku
sejarah berkaitan dengan satu peristiwa sejarah. Ada pula perbedaan pandangan
antara temuan berupa fakta-fakta baru dengan pemahaman masyarakat yang
berkembang selama ini. Inilah yang menyebabkan sejarah kontemporer cenderung
bersifat kontroversial.
"Untuk kasus di Indonesia sejarah kontemporer dimulai dari tahun 1945 "Oleh Kuntowijoyo sajarawan UGM Yogyakarta"